Pedang Bermata Dua Bocah Ajaib Francesco Camarda

Debug Bola
Debug Bola
Dia mencetak 485 gol hanya dalam 89 pertandingan. Angka yang terlihat seperti film fiksi. Tapi memang itulah rekor gila Francesco Camarda.
Rekor gila, yang menjadi pedang bermata dua baginya. Namun AC Milan memiliki langkah antisipasi untuk hal itu.
Jadi gini ceritanya.
Akhir November 2023. Pelatih Milan, Stefano Pioli, terhantam krisis striker. Olivier Giroud terkena sanksi kartu merah, Noah Okafor cedera saat bela timnasnya, dan Luka Jović dalam kondisi yang belum 100% fit. Jadi, Pioli tidak punya pilihan lain selain meminta izin kepada Federasi Sepak Bola Italia untuk mendaftarkan pemain di bawah umur. Singkat cerita, Camarda debut di usia 15 tahun 260 hari, menggantikan Luka Jović pada menit ke-83. Membuatnya menjadi debutan termuda sepanjang sejarah Serie A. Dan di sinilah pedang bermata dua mulai muncul.
Di sana, setiap kali ia membawa bola, stadion bergema. Ekspektasi publik sangat masif.
Milan tahu, sorotan sebesar itu bisa menjadi bumerang.
Jadi, mereka membawanya ke tim junior.
Lalu, pada musim panas 2024, Camarda dilempar ke Milan Futuro di Serie C.
Bukan untuk mencari sensasi.
Tapi untuk belajar menghadapi sepak bola orang dewasa.
Di sinilah pedang bermata dua itu menebasnya. 
Transisi ke sepak bola dewasa berjalan berat; ia hanya mencetak 5 gol dan mulai dicap overrated oleh netizen.
Titik terendahnya terjadi saat dipinjamkan ke Lecce musim 2025, 2026. Akibat taktik defensif klub, ia mengalami paceklik parah dan hanya mencetak 1 gol sebelum akhirnya dihantam cedera bahu serius.
Meski begitu, Camarda masih diperebutkan.
Lecce sempat menebus opsi pembelian permanennya senilai 3 juta Euro.
Namun, Milan bergerak cepat, memanfaatkan klausul buy-back dalam kontraknya. Hanya selang dua hari, Milan langsung membelinya kembali seharga 4 juta Euro demi mengamankan bocah ajaib ini ke bawah asuhan Rúben Amorim.

#football #sepakbola
Show more